Sabtu, 15 September 2012

Menumbuhkan Kasih Sayang dan Persaudaraan


Beberapa tahun yang lalu salah seorang tetangga saya yang beda RW jatuh sakit. Selama beberapa hari lamanya dia harus mondok di rumah sakit untuk opname. Alhamdulillah, Allah Swt. menitipkan rezeki bagi saya dan keinginan untuk menengoknya. Berbekal uang 20 ribu rupiah, saya membeli beberapa bungkus kue untuk si sakit dan sisanya saya gunakan untuk uang transport.

Tidak lebih dari setengah jam saya berada di bangsal rumah sakit untuk menengok tetangga saya itu. Akan tetapi, efek positif yang saya dapatkan dari kunjungan yang singkat dan dari uang yang 20 ribu tersebut sangat luar biasa dan berjangka panjang. Sebelumnya, saya tidak begitu akrab dengan tetangga tersebut, hanya kenal biasa, dan tidak pernah berkomunikasi apa-apa selain say hallo saja saat mau pergi bekerja. Setelah peristiwa itu, silaturahmi di antara kami menjadi lebih intens. Kalau saya membutuhkan pertolongan, keluarga itu tidak segan-segan untuk menolong. Begitu pula sebaliknya. Ada keharmonisan dan nuansa baru dalam hubungan bertetangga yang dulu tidak pernah hadir. Semua itu berawal dari sedikit saja perhatian dan kasih sayang yang kita berikan ketika orang lain membutuhkannya.

Ada kisah lain yang lebih dramatis. Kali ini tentang seorang teman kost yang mengalami kecelakaan motor sehingga dia harus “mendekam” di rumah sakit tiga minggu lamanya. Dari sejumlah petugas medis yang merawatnya, ada seorang suster yang sangat intens dan telaten dalam merawat kawan saya ini. Dia pun, menurut saya, sangat sulit dibilang jelek … alias cantik. Bagi suster muda ini, merawat pasien bukan hanya tuntutan tugas, melainkan tuntutan hati nurani untuk meringankan beban sesama yang tengah dirundung musibah. Dia pun menganggap setiap kunjungannya kepada pasien adalah ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Itulah mengapa setiap pasien yang ditanganinya merasa puas atas pelayanannya yang optimal, termasuk kawan saya dan keluarganya. Tidak lebih dari dua tahun setelah kejadian itu, datanglah undangan pernikahan kepada saya. Dalam kartu undangan tersebut tertera nama kawan saya dengan suster cantik yang sempat merawatnya tersebut .

Ada sejumlah kebaikan yang Allah Swt. tampakkan kepada kita melalui kisah ini, yaitu sembuhnya penyakit, bersatunya dua insan dalam tali pernikahan, dan terjalin eratnya hubungan kekeluargaan antara dua keluarga besar. Boleh jadi, inilah yang kelak akan mendatangkan berkah dan rahmat Allah bagi keluarga tersebut. Insya Allah.


“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam selain saudara yang saleh. Jika kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” — Umar bin Khattab —

0 komentar:

Posting Komentar